[ Jum'at, 12 Juni 2009 ]
JAKARTA - Studio Fals Record milik legenda hidup musik Indonesia Iwan Fals melahirkan musisi pertama. Yakni, sebuah band bernama Hardolino. Band tersebut beranggota para keponakan dari penyanyi lagu Bento itu.

Hardolino dan Iwan Fals [Foto: Jawa Pos]
Meski demikian, Iwan menegaskan bahwa Hardolino bukan calon penerusnya. Bagi Iwan, tidak ada istilah kader dalam bermusik. "Mereka bukan tanah lempung yang bisa dibentuk-bentuk. Mereka punya pendirian, jati diri, dan pilihan," tegas pria kelahiran Jakarta, 3 September 1961 tersebut saat launching pertama Hardolino di Warung Apresiasi, Blok M, Rabu malam (10/6).
Kebetulan, kata pria bernama Virgiawan Listanto itu, pilihan keponakannya adalah bermusik dan ideologi bermusik mereka hampir sama. "Itu pencerahan buat saya. Nada-nada indah akan ada lagi di Indonesia," tuturnya.
Karena itu, Iwan mengatakan tidak terlibat secara musikalisasi terhadap album pertama Hardolino yang berjudul Wardino tersebut. "Saya support saja ketika mereka mengeluarkan album. Kerja mereka bukan main, keras! Saya saja tidak seperti itu. Saya senang karena akhirnya studio Fals Record sudah melahirkan," ucap Iwan.
Sama dengan Iwan, lirik pada lagu Hardolino banyak bertema kritik sosial. Iwan menganggap hal itu wajar. "Waktu mereka masih kecil, mereka sudah dengerin lagu-lagu saya seperti Oemar Bakri," ulas Iwan.
Hardolino yang beranggota Arda (bas), Dana (vokal), Wandy (gitar), dan Wendy (keyboard) itu mengakui bahwa di luar status om dan keponakan, Iwan adalah idola. "Om Iwan kebetulan saja om. Tapi, kami mendengar lagunya juga. Jadi, di luar keponakan, kami pendengar," terang Arda.
Bagaimana jika Hardolino dianggap mendompleng nama besar Iwan? "Sebenarnya, itu berat buat kami. Itu beban buat kami. Tapi, jujur, kami berkarya sendiri. Om Iwan hanya kasih support, murni support moral," jawab Arda. (gen/tia)
dicopypaste dari : www.jawapos.co.id