9 Desember 2008

Hari Anti Korupsi Sedunia

AKSI ANTI KORUPSI -- Dengan membawa gitar bolong, Agus Bento menyanyikan lagu karya Iwan Fals berjudul, "Tikus-Tikus Kantor" dan "Ngeriku" dalam Art Performing Hari Anti Korupsi Sedunia di Citywalk Stadion Sriwedari, Solo Selasa (9 Desember 2008). Selain dari Oi Bento House ikut dalam kegiatan tersebut SMK Marganingsih Marsudirini, SMA N 1 dan ASDI (Akademi Seni & Desain Indonesia) yang menampilkan fashion show simbol-simbol korupsi. [BENTO NEWS/HiO Ariyanto]

9 Desember 2008 Hari Anti Korupsi Sedunia

Art performing, Anti Korupsi

[SOLO] – Sejumlah pelajar dari SMK Marganingsih Marsudirini dan SMA N 1 membuat poster, puisi dan mengkliping berita-berita tindak korupsi dari berbagai media cetak di Citywalk, Stadion Sriwedari, Solo Selasa (9 Desember 2008).

Selain para pelajar SMK dan SMA, mahasiswa ASDI (Akademi Seni & Desain Indonesia) tampil dengan fashion show yang membawakan simbol-simbol korupsi. Para mahasiswa ASDI tersebut berjalan lengak-lengok bak model profesional di catwalk dengan mengenakan baju dan topeng kardus kotak, topeng tikus, topi dengan hiasan uang, sambil jalan menyebarkan “uang” dan membagikan “uang” kepada para penonton.

Pintu besi, layaknya pintu penjara lengkap tempelan poster bertuliskan “Susahnya Jadi Koruptor,” dibawakan oleh dua orang berjubah hitam dengan aksi diamnya yang menggambarkan kehidupan koruptor di balik jeruji besi penjara.

Mayor Haristanto dari Republik Aeng-Aeng selaku pengagas acara tersebut mengatakan, aksi tersebut digelar dalam rangka Hari Anti Korupsi Sedunia, "Aksi bertujuan ingin menyadarkan para koruptor dan calon koruptor untuk sadar, kapok tidak korup dan kembali ke jalan benar. Korupsi memperburuk bangsa," kata Mayor di sela-sela aksinya.

Selain berbagai aksi art performing, Agus Bento tampil dengan iringan gitar bolong membawakan lagu karya Iwan Fals bertema korupsi dengan judul "Tikus-Tikus Kantor" dan "Ngeriku."

Aksi yang dibantu oleh Oi Bento House, komunitas www.pasarsolo.com dan www.pasoepati.net tersebut ditutup dengan seni instalasi tiga lembar kertas panjang bergambar tikus yang ditabrak dan dilindas oleh kereta fender jurusan Solo-Wonogiri sebagi simbol pemberantasan dan penghancurkan korupsi. [BENTO NEWS/HiO Ariyanto]

(1) Komentar

mantaaap solo.

Berikan Komentar

Saya member Iwan Fals Blog Saya bukan member